Banyak orang ramai-ramai membicarakan Sijeruk- Banjarmangu dengan bencana tanah longsor yang mengakibatkan hampir 100 orang meninggal. Ada orang yang ramai demo gara-gara belum dibayar ganti rugi tanah karena semburan lumpur lapindo.
Namun disekitar kita ada 2.000 orang menangis gara-gara banjir merawu.
Pagi hari yang direncanakan panen raya padi jenis IR 46 dengan luasan tanah sekitar 52 Ha tiba-tiba lenyap diterjang banjir tadi malam .
Kali kacangan yang berhulu di Kalibening dan bermuara di sungai merawu dan melintasi Desa Banjarkulon Banjarmangu disamping membawa berkah namun ternyata juga menjadi bencana. Ini yang belum diangkat ribuan nasib manusia bergantung pada sawah yang ada disekitar sungai itu.
Bencana itupun berefek juga pada yang lain. Disamping pemilik tanah, juga berimbas pada petani penggarap. Mereka sudah tidak punya lahan garapan lagi sebagai satu-satunya mata pencaharian, sementara tidak punya keahlian yang lain.
Bronjong kawat yang dibuat tahun 2005 itupun hancur tanpa sisa oleh derasnya banjir merawu.
Menjadi pekerjaan rumah pihak yang terkait KIMPRASDA, PU dan BUPATI selaku pimpinan wilayah. Masyarakat pada prinsipnya selalu syukur dengan keadaan yang terjadi itupun karena kekuatan iman dan taqwa. Namun itu bukan berarti bahwa pihak terkait tenang-tenang saja dengan kejadian ini. Pemerintah desa Banajrkulon sudah berulang kali menginformasikan kondisi tersebut hanya saja belum ada tanggapan yang berarti.
Masyarakat yang mendapat sosialisasi dari pihak Indonesia power yang akan membendung sungai merawu disambut adem ayem oleh masyarakat. Mereka seolah- olah apatis. Dibendung yo Ngono ora yo Ngono. Ini masalah ……………
Kaitkata: banjarkulon, banjarmangu, Banjarnegara, Darunnajah, Desaku, dieng, dikmenjur, disdik, guru, jawa tengah, jawatengh, kabupaten, pemda, pendidikan, pesantren, pondok, pondok pesantren, provinsi, psmk, sekolah menengah kejuruan, sertifikasi, smk, smk darunnajah, smkdarunnajah, watulembu
Januari 15, 2010 pukul 9:21 am
Apa bener kali merawu lagi dalam bencana????maksudnya pripun pak?????
Maret 23, 2010 pukul 5:25 am
Spengetahuan saya Kali kacangan yang berhulu di Kalibening tidak bermuara di sungai merawu lho pak….