Banyak orang yang masih menutup sebelah mata akan operasional pemerintah desa. Caba banyangkan bila Pemerinatahan Desa mogok kerja satu bulan. Data kependudukan ditingkat kabupaten / UPTD dan kecamatan akan tidak bisa di update. Dinas atau lembaga pemerintah seringkali datang dengan blangko kosong meminta desa untuk mengisi Masing-masing dinas dengan versinya. Yang merepotkan adalah permohonan untuk data yang sama namun dengan versi blangko yang berbeda. Coba bayangkan dalam rangka pendataan warga miskin dari Dinas KPBM, DKK, Puskesmas, Kecamatan, Disdik mereka membutuhkan data berdasarkan kebutuhan dan versi mereka. Data saat diberi data base desa mereka tetap meminta pemerintah desa mengisi blangko yang disodorkan.
Inilah potret desa yang sesunggugnya. Disamping kepala desa sebagai ujung tombok terdepan kesejahteraan masyarakat namun juga diminta sebagai ujung tombok kebutuhan masyarakat. Alih-alih desa itu kaya dengan bondo desa namun bagaimana dengan desa yang miskin.
Disinilah dibutuhkan pengertian bersama dalam mensikapi permasalahan. Syukur-syukur pemerintah desa itu disediakan sarana dalam rangka back up data / program data kependudukan seperti yang sudah diusung oleh pemerintah Cilacap walaupun meninggalkan masalah. Itupun karena ada oknum yang bermain. Tapi yang diperlukan adalah kesadaran dari pemerintah daerah kabupaten dalam rangka mempermudah kerja pemerintah desa.
Kalau pemerintah desa mudah mendata masyarakatnya maka kebutuhan pemerintah daerah dalam rangka memotret keadaan masyarakat akan lebih akurat.
Gimana Pak Jasri ?…………
Tag: banjarkulon, banjarmangu, Banjarnegara, Darunnajah, Desaku, dieng, dikmenjur, disdik, guru, jawa tengah, jawatengh, kabupaten, pemda, pendidikan, pesantren, pondok, pondok pesantren, provinsi, psmk, sekolah menengah kejuruan, sertifikasi, smk, smk darunnajah, smkdarunnajah, watulembu
Maret 3, 2009 pukul 7:17 am
lah gemana dong baiknya
Maret 3, 2009 pukul 7:49 am
siapkan dulu SDm dan paradigma mengenai teknologi informasi bagai warga dan jajaran pemerintah..:D
Maret 4, 2009 pukul 12:03 am
terimakasih masukan anda sangat bagus, tapi butuh waktu lama untuk mengubah pradigma
Mei 23, 2009 pukul 10:28 am
mas…. coba rawuh ke situs saya…. ada desa yang sudah mulai memiliki web desa……. kalo berkenan dengan dukungan lembaga pendidikan yang telah memiliki kemampuan pemahaman IT pada siswa bisa mengarahkan pada mereka mempersiapkan blog tentang desanya …….. dengan target USO yang 2010 nanti 80% desa Indonesia dapat berakses internet ini akan jadi luar biasa bila anak anak slta sudah mampu membangun blog desanya…
banyak hal yang mereka juga bisa lakukan bahkan sampai berbisnis…. saya sedang kembangkan RPDN… lihat http://rpdn.org bila tertarik saya sangat senang bila anda bergabung dan mengembangkan RPDN di Banjarnegara